Rockets Lanjutkan Rentetan Kemenangan

Rockets Lanjutkan Rentetan Kemenangan Houston Rockets memperpanjang rangkaian kemenangannya di NBA menjadi 11 laga beruntun. Rockets terus melesat usai menjinakkan Charlotte Hornets 108-96. Dalam pertandingan di Toyota Center, Kamis (14/12/2017) siang WIB, Rockets mampu melepaskan diri dari perlawanan ketat Hornets di kuarter pertama. Setelah unggul hanya satu poin di menit-menit akhir kuarter pembuka, Rockets kemudian membukukan 25 poin secara beruntun hingga awal kuarter kedua untuk memimpin 49-23. Rockets memasuki half-time dengan keunggulan 14 poin di kedudukan 63-49. Rockets kemudian membuka kuarter ketiga dengan mencetak sembilan poin untuk memimpin 72-51. Baca juga : CLS Belum Mampu Putus Rentetan Kekalahan Hornets sempat mencetak delapan poin beruntun untuk memangkas jarak 79-65. Tapi Rockets menambah 12 poin di sisa kuarter ketiga untuk memimpin 91-69 di akhir kuarter. Di kuarter keempat, Hornets mampu mencetak poin lebih banyak daripada Rockets (27-17). Tapi itu tak mampu menyelamatkan Hornets dari kekalahan. Bagi Rockets, kemenangan ini memperpanjang rentetan kemenangannya di NBA menjadi 11 laga beruntun. Rockets menang 17 kali dalam 18 pertandingan terakhir untuk menajamkan catatan menang-kalah di musim ini menjadi 22-4. Chris Paul menyumbang angka terbanyak dengan 31 poin plus 11 assist dan tujuh rebound dalam kemenangan Rockets atas Hornets. James Harden dan Eric Gordon menyusul dengan 21 poin dan 17 poin.

CLS Belum Mampu Putus Rentetan Kekalahan

CLS Belum Mampu Putus Rentetan Kekalahan CLS Knights masih belum mampu memutus rangkaian hasil negatifnya di Asean Basketball League (ABL). Menjamu Singapura Slingers, CLS kalah 71-79. Menjamu Slingers di GOR Kertajaya, Rabu (13/12/2017) malam WIB, CLS dalam rentetan tiga kekalahan beruntun dari empat partai pertamanya. Tim asal Surabaya ini baru memetik kemenangan di laga pertama, saat menghadapi Formosa Dreamers. CLS memulai dengan baik saat unggul 22-15 di kuarter pertama. Tapi Slingers bangkit di kuarter kedua dan menutup paruh pertama tertinggal tipis 37-40. Baca juga : Kawhi Leonard Comeback, Spurs Tumbang Keunggulan tipis itu gagal dijaga CLS di paruh kedua, dengan Slingers memaksimalkan momentum mereka. CLS cuma mampu menambah 16 poin sementara tamunya bikin 24 angka. Di kuarter terakhir, CLS kembali tertinggal dalam perolehan poin, 15-18. Tim besutan Koko Heru Setyo Nugroho itu pun menelan kekalahan keempat secara beruntun. “Sebenarnya energi para pemain hari ini lebih bagus dari game kami sebelumnya. Sayangnya eksekusi kami tidak terlalu bagus. Baik field goal maupun free throw. Disamping itu Alexander pemain asing mereka bermain dengan bagus,” ungkap Koko Heru Setyo Nugroho. “Game plan defense kami agak kurang bagus untuk membendungnya. Untuk saat ini kami akan rehat sejenak, namun kami akan menyiapkan kembali pertandingan selanjutnya. ABL memang sangat ketat, tapi saya tetap optimis kami akan segera bangkit dan para pemain akan compete lagi,” imbuhnya. CLS kini akan menjalani rehat sebelum kemudian menghadapi Chongson Kung Fu pada 6 Januari mendatang.

Kawhi Leonard Comeback, Spurs Tumbang

Kawhi Leonard Comeback, Spurs Tumbang Laga pertama Kawhi Leonard di musim ini tak berakhir manis. San Antonio Spurs dikalahkan Dallas Mavericks, yang menghentikan rangkaian kemenangannya. Bermain di American Airlines Center, Rabu (13/12/2017), Spurs menyerah dengan skor 89-95. Leonard kembali bermain setelah absen di 27 pertandingan pertama Spurs akibat cedera otot paha kanan sebelum NBA 2017/18 dimulai. Small forward berusia 26 tahun itu hanya bermain selama 16 menit dan mampu menyumbangkan 13 poin dan enam rebound. LaMarcus Aldrige mengemas double-double dengan 23 poin, 13 rebound sedangka Rudy Gay menambahkan 21 poin. Baca juga : Tanpa Kyrie Irving, Celtics Ditundukkan Bulls “Aku cuma merasa gembira bisa bermain lagi dan menikmati banyak hal yang kulewatkan — tembakan-tembakan yang meleset, kekalahan, membuat kesalahan, semuanya,” kata Leonard usai pertandingan di ESPN. “Aku merindukan segala hal yang ada di lapangan.” Spurs kalah start di kuarter awal sehingga tertinggal 23-30 dari Mavs. Namun, Spurs berbalik memimpin di akhir kuarter ketiga setelah mendulang 25 poin dalam kedudukan 69-67. Sampai akhirnya Mavericks menyalip di kuarter keempat dan tidak terkejar hingga laga berakhir. Harrison Barnes menyumbang 17 poin untuk Mavericks, yang ditambah masing-masing 16 poin oleh Yogi Ferrell dan Wesley Matthews. Point guard cadangan JJ Barea juga mencetak16 poin. Kekalahan ini menggagalkan Spurs mencetak kemenangan kelima berturut-turut. Sedangkan Mavericks akhirnya menang lagi usai tiga kekalahan beruntun.

Tanpa Kyrie Irving, Celtics Ditundukkan Bulls

Tanpa Kyrie Irving, Celtics Ditundukkan Bulls Boston Celtics pincang tanpa pemain bintangnya, Kyrie Irving. Melawat ke markas Chicago Bulls, Celtics kalah dengan skor cukup mencolok 85-108. Bermain di United Center, Selasa (12/12/2017), Irving absen dari skuat Celtics karena cedera otot paha kiri. Meski begitu, Celtics sempat tampil menjanjikan di kuarter pertama untuk memimpin 29-28. Baca juga : Menangi Tujuh Gelar Super Series dalam Setahun, Kevin dan Marcus Ukir Rekor Setelah start bagus itu, Celtics tidak mampu mengimbangi permainan Bulls yang memiliki rekor terburuk di musim ini. Bulls mengemas 28 poin untuk mengembalikan keadaan dalam kedudukan 56-42 dan tidak terkejar sampai akhir pertandingan. Nikola Mirotic dan Bobby Portis menarik perhatian dengan bekerjasama untuk memenangkan Bulls. Padahal sebelum musim dimulai, keduanya berkelahi saat latihan. Buntut kejadian itu, Mirotic mengalami retak tulang wajah sehingga absen di 23 pertandingan pertama Bulls sedangkan Portis diskors delapan laga. Di pertandingan ini, Mirotic mencetak 24 poin sementara Portis 23 poin. Kris Dunn menambah 12 poin bagi Bulls. Dari kubu Celtics Al Horford mengemas 15 poin. Jaylen Brown, Marcus Smart, dan Terry Rozier masing-masing mendonasikan 13 poin. Ini menjadi kekalahan kedua Celtics dalam tiga pertandingan terakhir setelah merangkai empat kemenangan berturut-turut. Sebelumnya, Celtics kalah tipis dari San Antonio Spurs. “Terkadang Anda mesti disadarkan. Sesederhana itu saja,” ucap pelatih Celtics Brad Stevens di ESPN. “Chicago mendikte di sepanjang permainan. Mereka bermain lebih keras daripada kami. Mereka bermain dengan daya saing lebih tinggi dan kami tidak akan memenangi banyak pertandingan kalau bermain seperti tadi.”

Menangi Tujuh Gelar Super Series dalam Setahun, Kevin dan Marcus Ukir Rekor

Menangi Tujuh Gelar Super Series dalam Setahun, Kevin dan Marcus Ukir Rekor Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon benar-benar tak terhentikan di 2017. Tujuh gelar super series yang mereka menangi dalam setahun jadi rekor baru. Kevin/Marcus memenangi gelar super seriesnya yang ketujuh di sepanjang tahun 2017 dengan menjuarai BWF World Super Series Finals di Dubai. Mereka tampil sebagai juara usai mengalahkan Liu Cheng/Zhang Nan dengan skor 21-16, 21-15 dalam babak final yang digelar di Hamdan Sports Complex, Dubai, Minggu (17/12/2017). Kesuksesan mereka diawali dengan keberhasilan menjuarai turnamen super series pertama di tahun 2017, All England, pada bulan Maret. Kevin/Marcus kemudian secara berturut-turut memenangi India Terbuka Super Series dan Malaysia Terbuka Super Series Premier untuk mengukir hat-trick. Baca juga : Revans Kevin/Marcus untuk Raih Gelar Ketujuh Sempat puasa gelar, Kevin/Marcus kembali berjaya di Jepang Terbuka Super Series pada bulan September. Menjelang akhir tahun, ganda putra nomor satu dunia itu kembali mencetak hat-trick dengan berturut-turut menjuarai China Terbuka Super Series Premier, Hong Kong Terbuka Super Series, dan Super Series Finals. Tujuh gelar juara yang dimenangi Kevin/Marcus itu didapat dari sembilan final yang mereka mainkan di sepanjang 2017. Dua kekalahan di final didapat Kevin/Marcus di Korea Terbuka Super Series dan Denmark Terbuka Super Series Premier. Dengan ini, Kevin/Marcus tercatat sebagai ganda putra pertama yang memenangi tujuh gelar super series dalam satu tahun. Mereka melampaui rekor mantan pasangan nomor satu dunia, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, yang meraih enam gelar super series pada 2015. Kesuksesan ini kian menegaskan status Kevin/Marcus sebagai pemain terbaik di 2017. Pasangan yang dijuluki ‘Minions’ itu sebelumnya diganjar penghargaan Pemain Putra Terbaik 2017 oleh Federasi Bulutangkis Dunia

Revans Kevin/Marcus untuk Raih Gelar Ketujuh

Revans Kevin/Marcus untuk Raih Gelar Ketujuh Keberhasilan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjuarai BWF World Super Series Finals 2017 dicapai berkat revans atas Liu Cheng/Zhang Nan. Kevin/Marcus tanpa ampun melibas Liu/Zhang di partai final, Minggu (17/12/2017), dengan kemenangan dua gim langsung dalam skor 21-16 dan 21-15. Laga tuntas dalam waktu 39 menit. Itu menjadi gelar juara ketujuh Kevin/Marcus tahun ini, dari sembilan partai final mampu mereka tembus sepanjang 2017. Nah, salah satu kegagalan Kevin/Marcus di partai final tahun ini terjadi di tangan Liu/Zhang. Baca juga : Kevin dan Marcus Tahun Ini: Tiga di Awal, Satu di Tengah, Tiga di Akhir Pada bulan Oktober lalu Kevin/Marcus berhasil menembus final di Denmark. Saat itu Kevin/Marcus menjadi unggulan kedua sementara Liu/Zhang unggulan keempat. Kevin/Marcus menyerah dalam partai rubber game. “Kuncinya kami sudah belajar dari pertemuan terakhir walaupun saat itu kami kalah karena bahu saya sakit. Tetapi namanya kalah ya kalah. Jadi sekarang bagaimana caranya kami harus menang dari mereka,” ujar Marcus dalam rilis pers Tim Humas dan Media PP PBSI. Dengan hasil teranyar kemarin, rekor pertemuan Kevin/Marcus atas Liu/Zhang menjadi 3-1. Final di Denmark menjadi satu-satunya kekalahan The Minions atas ganda putra China tersebut sejauh ini. “Memang setelah melihat cara main mereka di gim pertama, saya jadi lebih tenang,” ucap Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI Aryono Miranat. “Kami sudah evaluasi kekalahan atas Liu/Zhang, sebelum masuk lapangan memang kami sudah diskusikan. Ternyata di lapangan Kevin/Marcus luar biasa,” tuturnya. Revans semacam itu sendiri juga telah dilakukan Kevin/Marcus atas Mathias Boe/Carsten Mogensen. Pasangan Denmark ini menjadi satu lawan lain yang mengalahkan Kevin/Marcus di final tahun 2017 — di Korea pada pertengahan September. Kevin/Marcus melakukan revans dalam partai final di China pada bulan November. “Tahun depan (Kevin/Marcus) harus jaga konsistensi. Percaya diri boleh, tetapi tetap rendah hati,” kata Aryono.

Kevin dan Marcus Tahun Ini: Tiga di Awal, Satu di Tengah, Tiga di Akhir

Kevin dan Marcus Tahun Ini: Tiga di Awal, Satu di Tengah, Tiga di Akhir Tujuh gelar juara berhasil dikoleksi ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tahun ini. Ada hat-trick di awal dan akhir, plus satu titel tepat di tengah tahun. Kevin/Marcus meraih gelar juara ketujuhnya di arena badminton tahun ini berkat keberhasilan menjuarai BWF World Super Series Finals 2017 usai menang 21-16 dan 21-15 atas pasangan China Liu Cheng/Zhang Nan, Minggu (17/12/2017). Hasil itu turut membuat pasangan berjuluk The Minions tersebut menutup tahun dengan hat-trick gelar juara yang diraih secara berturut-turut setelah sebelumnya menjuarai China Open Super Series Premier dan Hong Kong Open Super Series. Baca juga : Kevin dan Marcus Belajar dari Kesalahan dan Kekalahan untuk Dapat Titel Ketujuh Menariknya, itu merupakan hat-trick kedua Kevin/Marcus tahun ini. Mereka juga menjuarai tiga turnamen yang diikuti awal tahun ini di All England, India Open Super Series, dan Malaysia Open Super Series Premier. Artinya Kevin/Marcus menjalani tahun 2017 ini dengan menorehkan sebuah hat-trick pembuka tahun dan kemudian menambahkannya dengan sebuah hat-trick tutup tahun. “Kemenangan kali ini benar-benar terasa spesial, sangat luar biasa buat kami bisa dapat hat-trick kedua kalinya tahun ini,” ujar Kevin dalam rilis pers Tim Humas dan Media PP PBSI. Secara keseluruhan ada sembilan final yang berhasil dipijak Kevin/Marcus pada tahun ini. Tujuh di antaranya berhasil dimenangi dengan dua sisanya berujung pada predikat runner-up. Nah, satu gelar juara Kevin/Marcus yang bukan lahir melalui hat-trick buka tahun atau hat-trick tutup tahun terjadi tepat di antara dua predikat runner-up itu. Usai jadi runner-up di Korea, Kevin/Marcus langsung bangkit dengan menjuarai Jepang Open Super Series, kendatipun setelah itu jadi runner-up lagi di Denmark. Artinya, jika dirunut-runut, gelar-gelar juara Kevin/Marcus tahun ini lahir dengan simetris sekali: tiga di awal, satu tepat di tengah (di antara dua predikat runner-up), lalu tiga di akhir. “Kami bisa dapat gelar ketujuh selama setahun. Saya tidak pernah menduga bisa dapat tujuh gelar super series dalam setahun, ini baru pertama kali, tidak menyangka, ini benar-benar mukjizat,” kata Kevin.

Kevin dan Marcus Belajar dari Kesalahan dan Kekalahan untuk Dapat Titel Ketujuh

Kevin dan Marcus Belajar dari Kesalahan dan Kekalahan untuk Dapat Titel Ketujuh Sempat kalah di babak grup, Kevin Sanjaya/Markus Fernaldi Gideon tampil gemilang di laga-laga berikutnya. Mereka malah menuntaskan BWF Super Series Final sebagai juara. Kekalahan Marcus/Kevin terjadi di pertandingan kedua babak grup. Menghadapi ganda Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, pasangan nomor satu Indonesia itu tunduk tanpa meraih satupun gim, 17-21 dan 17-21. Baca juga :Kevin dan Marcus dan Para Pemenang Lain di BWF Super Series Final 2017 Tiket lolos dari babak grup akhirnya diraih setelah kemenangan didapat dari Li Junhui/Liu Yuchen. Kevin/Marcus kembali dapat perlawanan sengit dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda di semifinal, namun mereka bisa menang setelah melewati pertarungan tiga gim yang melelahkan. Dalam laga final yang dilangsungkan Minggu (18/12/2017) malam WIB, Kevin/Marcus tampil dominan. Mereka menjadi juara setelah menang dua gim langsung atas Liu Cheng/Zhang Nan dengan 21-16 dan 21-15. Ini menjadi titel ketujuh mereka di sepanjang 2017 ini. “Ini perasaan yang luar biasa untuk memenangi tujuh gelar. Ini adalah hat-trick kedua kami di tahun ini. Benar-benar spesial,” ucap Kevin di situs resmi bwf world super series. “Kami mengendalikan permainan sejak awal. Kami kalah di babak grup tapi kami belajar dari kesalahan dan karena itulah kami agresif sejak awal. Saat kami akan masuk ke lapangan, saya bilang ke diri saya sendiri ‘ini event terakhir di Dubai jadi jangan sia-siakan kesempatan ini’,” lanjutnya. Perjuangan meraih titel ketujuh di 2017 bukan perkara mudah buat Kevin/Marcus. Soalnya Marcus bermasalah dengan kondisi fisiknya di sepanjang pekan ini. “Rasa sakitnya sangat terasa dari lehel hingga punggul dan saya sudah menjalani banyak terapi. Tapi ini adalah Superseries Final terakhir di Dubai dan saya tidak ingin melewatkannya jadi saya memberikan 100%. Saya sangat gembira sekarang,” timpal Marcus.

Barcelona Inginkan Daley Blind

PREDIKSIBOLABET77.COM – Barcelona tengah mempertimbangkan untuk mendatangkan Daley Blind dari Manchester United akibat krisis lini pertahanan yang sedang mereka alami. Daley Blind merupakan pemain serba bisa. Pemain berusia 27 tahun tersebut bisa menjalankan peran sebagai gelandang, bek tengah dan bek sayap. Cedera yang menimpa Samuel Umtiti membuat Barcelona berusaha mendatangkan pemain bertahan anyar pada Januari mendatang. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga kedalaman skuat Barcelona. Peluang Blaugrana untuk mendapatkan Daley Blind cukup terbuka. Pada musim 2017-18, Blind jarang mendapat kesempatan untuk tampil dari Jose Mourinho. Blind baru mencatatkan empat penampilan dari 17 pekan Premier League yang sudah dipertandingkan. Selain itu, kontrak Blind bersama Manchester United akan berakhir pada Juni 2018. Kondisi tersebut semakin memperbesar peluang Barcelona untuk menggaet Blind pada Januari 2018. Blind bergabung ke Manchester United dengan banderol 17,5 juta euro (Rp 280,86 miliar) pada 2014. Jika bersabar, Barcelona berpeluang mendapatkan Daley Blind secara cuma-cuma pada akhir musim 2017-18.

Chelsea Siap Tukar Batshuayi dengan Bintang AS Monaco

PREDIKSIBOLABET77.COM – Chelsea tengah mempertimbangkan untuk melepas Michy Batshuayi ke AS Monaco untuk memuluskan rencana mendatangkan Thomas Lemar. Thomas Lemar terus dikaitkan dengan Premier League. Pada awal musim 2017-18, Lemar menjadi incaran Arsenal. Namun, transfer urung terjadi karena Lemar menolak hijrah ke klub yang tidak bermain di Liga Champions. Chelsea menjadi destinasi yang pas untuk Lemar karena statusnya sebagai klub favorit di Premier League. Namun, The Blues terkendala harga yang dipatok oleh AS Monaco. Klub Ligue 1 Prancis tersebut memberikan banderol sebesar 80 juta pounds (Rp 1,45 triliun) untuk klub yang berminat kepada Lemar. Walaupun menyerahkan Batshuayi, Chelsea masih membutuhkan dana sekitar 50 juta pounds (Rp 910,33 miliar) untuk bisa mengamankan jasa Lemar. Batshuayi tidak lagi menjadi pilihan utama Antonio Conte walaupun menjadi penentu gelar Premier League untuk Chelsea pada musim 2016-17. Sang manajer lebih memilih memainkan Eden Hazard dibandingkan menurunkan Batshuayi sebagai striker. Hingga pekan ke-17 Premier League, Batshuayi baru mencatatkan delapan penampilan dan menyumbang dua gol untuk Chelsea.