Most Energized Player Spanyol Vs. Maroko: Isco

Isco tampil kontributif melawan Maroko untuk mengantar Spanyol lolos ke babak 16 besar secara susah payah. Isco pantas menyandang predikat Most Energized Player berkat penampilan kontributifnya saat mengantar Spanyol lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 menghadapi Maroko. Tak mudah bagi La Furia Roja melewati hadangan duta Afrika itu untuk mencapai babak gugur di Rusia. Bahkan, Singa Atlas berada di posisi bagus saat berhasil memimpin pertandingan dengan skor 2-1 lewat gol Youssef En-Nesyri. Namun Spanyol beruntung memasukkan Iago Aspas di menit-menit akhir pertandingan untuk kemudian sang super-sub menjadi penyelamat jawara dunia 2010 tersebut dengan golnya memaksa laga berakhir sama kuat, 2-2, meski torehan itu memerlukan peninjauan panjang dari VAR karena berbau offside.

Most Energized Player Iran vs Portugal: Pepe

Menghadapi Iran menjadi penampilan terbaik Pepe di lini belakang Portugal pada Piala Dunia 2018 sejauh ini. Portugal sukses menyegel tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 setelah bermain sama kuat dengan Iran pada laga pamungkas grup B di Mordovia Arena. Seleccao seharusnya bisa lolos sebagai juara grup seandainya gol pembuka yang sensasional dari Ricardo Quaresma bisa dilanjutkan pada babak kedua. Tapi, setelah turun minum, Cristiano Ronaldo gagal mengonversi penalti menjadi gol dan Iran mendapatkan hadiah penalti pada menit akhir yang bisa dimaksimalkan untuk memaksa skor menjadi imbang.

window.ads.push({“placementName”:”bettingwidget”,”sizes”:{“default”:[],”320″:[“300×250″,”300×600″],”980″:[]},”uuid”:”ad-5b320430dfb9e”,”slotName”:”/67970281/DISPLAY_OWNED_GBL/goalcom_responsive/news_articles/bettingwidget”,”name”:”ad-betting-widget”,”useLazyLoad”:false}) Bagaimanapun juga, sepanjang 90 menit, Iran tidak mampu banyak mendapatkan peluang meski bermain terbuka, dan salah satu faktor utamanya adalah ketangguhan Pepe di lini belakang. Pepe bekerja keras di lini belakang dan membuat kiper Rui Patricio hanya menerima tujuh tembakan dari Iran (termasuk diblok). Itu merupakan catatan terendah apabila dibandingkan dengan menghadapi Spanyol (13) dan Maroko (15) pada dua laga sebelumnya. Pemain Besiktas tersebut melakukan intersep dua kali, tekel dua kali dan lima sapuan untuk melindungi pertahanan timnya. Selain itu, Ia juga menang dalam 12 kali duel dengan penyerang-penyerang lawan. Performa apik Pepe – bersama Jose Fonte – sebagai karang di jantung pertahanan diharapkan terus bertahan, terutama di babak 16 besar nanti ketika bertemu Uruguay yang dimotori oleh Luis Suarez dan Edinson Cavani.

Kalahkan Spurs, Rockets Raih 12 Kemenangan Beruntun

Kalahkan Spurs, Rockets Raih 12 Kemenangan Beruntun Rentetan kemenangan Houston Rockets di NBA bertambah panjang. Rockets baru saja meraih kemenangan ke-12 secara beruntun setelah mengalahkan San Antonio Spurs 124-109. Menghadapi Spurs di Toyota Center, Houston, Jumat (15/12/2017) malam waktu setempat, Rockets dimotori oleh Chris Paul, yang mengemas 28 poin, delapan assist, dan tujuh steal. James Harden tampil kurang maksimal pada pertandingan ini. Persentase tembakannya cuma 33 persen. Tapi, dia masih sanggup menyumbangkan 28 poin untuk Rockets berkat 14 tembakan bebas yang masuk. Baca juga : Seri I IBL di Semarang Penuh Penonton, Bandung Diharapkan Tak Kalah Di kubu Spurs, LaMarcus Aldridge menyumbangkan 16 poin dan enam rebound. Sementara itu, Kawhi Leonard yang belum lama pulih dari cedera menambahkan 12 poin dan empat rebound. Berkat kemenangan atas Spurs, Rockets mantap di puncak klasemen Wilayah Barat dengan catatan 23 kemenangan dan empat kekalahan pada musim ini. Dalam 12 kemenangan beruntun yang mereka raih, sepuluh di antaranya adalah kemenangan dengan selisih dua digit atas tim lawan. Rockets selanjutnya akan menghadapi Milwaukee Bucks di kandang sendiri pada Sabtu (16/12/2017) waktu setempat. Hasil-hasil pertandingan NBA pada Jumat (15/12/2017): HOUSTON 124 San Antonio 109
DENVER 117 New Orleans 111 (OT)
MEMPHIS 96 Atlanta 94
Chicago 115 MILWAUKEE 109
Utah 107 BOSTON 95
TORONTO 120 Brooklyn 87
Miami 104 CHARLOTTE 98
Detroit 104 INDIANA 98
Portland 95 ORLANDO 88
Oklahoma City 119 PHILADELPHIA 117 (OT)
WASHINGTON 100 LA Clippers 91

Marco Reus & Timo Werner Waspadai Kecepatan Korea Selatan

Kedua pemain tersebut menilai Korea Selatan punya banyak pelari cepat, dengan tak lupa menyebut Son Heung-Min adalah ancaman utama buat Jerman. Jerman bersiap menghadapi laga hidup-mati dengan mereka mewaspadai kecepatan Korea Selatan di matchday terakhir babak grup Piala Dunia 2018, Rabu (27/6) malam WIB esok. Sang juara bertahan Jerman sebelum ini mendapati awalan buruk setelah kalah 1-0 dari Meksiko di laga perdana, namun mereka mampu menghidupkan asa menyusul kemenangan dramatis 2-1 atas Swedia di pertandingan kedua. Kemenangan melawan Korea Selatan, yang sudah dipastikan gugur, bakal mengantar Der Panzer ke babak 16 besar namun duo penggawa mereka seperti Marco Reus dan Timo Werner enggan menganggap remeh kekuatan tim Asia tersebut.“Mereka punya banyak pelari cepat, terutama di depan,” kata Reus kepada wartawan di sesi konferensi pers. “Mereka punya banyak pemain serbaguna yang sanggup menghadirkan ancaman buat tim-tim lain di turnamen ini.” Sementara itu, Werner menitikberatkan pandangannya pada Son Heung-Min, yang ia nilai sebagai pemain paling berbahaya dari tim Negeri Gingseng. “Mereka punya banyak pemain cepat. Swedia kemarin pemainnya lebih ke arah power dan besar badan, selagi Korea Selatan ini lebih mungil namun kencang,” kata Werner. “Son ada di atas sana bersama pemain terbaik di dunia. Kami harus terus mengawasinya. Meski begitu, kami tidak perlu berlebihan mengkhawatirkan lawan.”

Thibaut Courtois Tak Ingin Kalah Lawan Inggris

Meski Belgia sudah dipastikan lolos ke fase gugur, Courtois tidak ingin kalah ketika menghadapi rivalnya tersebut di matchday terakhir babak grup. Kiper Belgia Thibaut Courtois mengaku tidak peduli apakah timnya finis pertama atau kedua di babak grup Piala Dunia 2018, namun yang pasti ia tidak ingin kalah ketika menghadapi Inggris di Kaliningrad, Jumat (29/6) dini hari WIB mendatang. Belgia sudah memastikan diri lolos ke fase gugur bersama Inggris yang menjadi kontestan di Grup G, selagi kedua negara tersebut bersaing ketat di puncak dengan koleksi enam poin dan selisih gol sama-sama plus enam. Banyak pihak menilai finis di urutan pertama akan mendatangkan ketidakuntungan jika ditilik dari calon lawan yang bakal ditemui di fase gugur, namun Courtois menekankan bahwa kemenangan merupakan hal yang diperlukan untuk menjaga momentum.

Terbaring Di Rumah Sakit, Jefferson Farfan Lewatkan Duel Lawan Australia

Winger Peru itu masih harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat gegar otak yang dialami di sesi latihan Peru pada akhir pekan kemarin. Jefferson Farfan dikonfirmasi akan melewatkan duel terakhir Peru di Piala Dunia 2018 saat melawan Australia, Selasa (26/6) malam WIB nanti, itu karena ia masih terbaring di rumah sakit. Farfan diketahui mengalami gegar otak buah dari benturan yang ia alami di sesi latihan Peru pada akhir pekan kemarin, dengan Pihak Federasi kemudian mengonfirmasi bahwa cedera yang dialami pemain seniornya itu masuk dalam kategori “trauma otak”. Pelatih Peru Ricardo Gareca dalam keterangannya mengatakan: “Farfan berbenturan dengan rekan setimnya di sesi latihan dan kami sangat khawatir.

Jorge Sampaoli Bantah Perpecahan Di Tubuh Argentina

Sebelum ini ada kabar yang menyebut Sampaoli bakal dicoret dari kuasanya untuk memilih tim ketika menghadapi Nigeria, namun ia membantahnya. Pelatih Argentina Jorge Sampaoli membantah dengan tegas perpecahan yang terjadi di tubuh timnya jelang matchday terakhir babak grup Piala Dunia 2018 kontra Nigeria, Rabu (27/6) dini hari WIB. Skuat Argentina sebelum ini dikabarkan murka terhadap Sampaoli terkait keputusan dan taktik yang ia usung sebagaimana Albiceleste terlihat memble selama turnamen di Rusia. Tim asal Amerika Selatan itu hanya sanggup bermain imbang 1-1 melawan debutan Piala Dunia seperti Islanda di matchday perdana, sebelum kemudian kalah 3-0 dari Kroasia di pertandingan kedua yang membuat peluang mereka untuk lolos menjadi tipis.

Gol Ke Gawang Persebaya Surabaya Jadi Salah Satu Sebab Ramdani Lestaluhu Bisa Gabung Persija Jakarta

Ramdani mengenang golnya ke gawang Persebaya Surabaya, yang membuatnya bisa berkarier bersama Persija Jakarta. Jelang duel antara Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, Selasa (26/6) malam, di Stadion PTIK, Ramdani Lestaluhu mengenang gol penting dalam kariernya ke gawang Green Force. Gol tersebut membuat Ramdani akhirnya bisa benar-benar membela tim ibu kota, walau sebenarnya gol yang ia cetak bukan di pertandingan resmi, melainkan partai ekshibisi, di Stadion 10 November. “Saya sebenarnya belum pernah bertemu sama Persebaya [di kompetisi resmi], tapi pernah saat 2007 pada laga ekshibisi, dan di situ pertama kali saya ikut seleksi Persija,” ucap pemain asal Tulehu tersebut.

Kevin dan Marcus Tahun Ini: Tiga di Awal, Satu di Tengah, Tiga di Akhir

Kevin dan Marcus Tahun Ini: Tiga di Awal, Satu di Tengah, Tiga di Akhir Tujuh gelar juara berhasil dikoleksi ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tahun ini. Ada hat-trick di awal dan akhir, plus satu titel tepat di tengah tahun. Kevin/Marcus meraih gelar juara ketujuhnya di arena badminton tahun ini berkat keberhasilan menjuarai BWF World Super Series Finals 2017 usai menang 21-16 dan 21-15 atas pasangan China Liu Cheng/Zhang Nan, Minggu (17/12/2017). Hasil itu turut membuat pasangan berjuluk The Minions tersebut menutup tahun dengan hat-trick gelar juara yang diraih secara berturut-turut setelah sebelumnya menjuarai China Open Super Series Premier dan Hong Kong Open Super Series. Baca juga : Kevin dan Marcus Belajar dari Kesalahan dan Kekalahan untuk Dapat Titel Ketujuh Menariknya, itu merupakan hat-trick kedua Kevin/Marcus tahun ini. Mereka juga menjuarai tiga turnamen yang diikuti awal tahun ini di All England, India Open Super Series, dan Malaysia Open Super Series Premier. Artinya Kevin/Marcus menjalani tahun 2017 ini dengan menorehkan sebuah hat-trick pembuka tahun dan kemudian menambahkannya dengan sebuah hat-trick tutup tahun. “Kemenangan kali ini benar-benar terasa spesial, sangat luar biasa buat kami bisa dapat hat-trick kedua kalinya tahun ini,” ujar Kevin dalam rilis pers Tim Humas dan Media PP PBSI. Secara keseluruhan ada sembilan final yang berhasil dipijak Kevin/Marcus pada tahun ini. Tujuh di antaranya berhasil dimenangi dengan dua sisanya berujung pada predikat runner-up. Nah, satu gelar juara Kevin/Marcus yang bukan lahir melalui hat-trick buka tahun atau hat-trick tutup tahun terjadi tepat di antara dua predikat runner-up itu. Usai jadi runner-up di Korea, Kevin/Marcus langsung bangkit dengan menjuarai Jepang Open Super Series, kendatipun setelah itu jadi runner-up lagi di Denmark. Artinya, jika dirunut-runut, gelar-gelar juara Kevin/Marcus tahun ini lahir dengan simetris sekali: tiga di awal, satu tepat di tengah (di antara dua predikat runner-up), lalu tiga di akhir. “Kami bisa dapat gelar ketujuh selama setahun. Saya tidak pernah menduga bisa dapat tujuh gelar super series dalam setahun, ini baru pertama kali, tidak menyangka, ini benar-benar mukjizat,” kata Kevin.

Tanpa Kyrie Irving, Celtics Ditundukkan Bulls

Tanpa Kyrie Irving, Celtics Ditundukkan Bulls Boston Celtics pincang tanpa pemain bintangnya, Kyrie Irving. Melawat ke markas Chicago Bulls, Celtics kalah dengan skor cukup mencolok 85-108. Bermain di United Center, Selasa (12/12/2017), Irving absen dari skuat Celtics karena cedera otot paha kiri. Meski begitu, Celtics sempat tampil menjanjikan di kuarter pertama untuk memimpin 29-28. Baca juga : Menangi Tujuh Gelar Super Series dalam Setahun, Kevin dan Marcus Ukir Rekor Setelah start bagus itu, Celtics tidak mampu mengimbangi permainan Bulls yang memiliki rekor terburuk di musim ini. Bulls mengemas 28 poin untuk mengembalikan keadaan dalam kedudukan 56-42 dan tidak terkejar sampai akhir pertandingan. Nikola Mirotic dan Bobby Portis menarik perhatian dengan bekerjasama untuk memenangkan Bulls. Padahal sebelum musim dimulai, keduanya berkelahi saat latihan. Buntut kejadian itu, Mirotic mengalami retak tulang wajah sehingga absen di 23 pertandingan pertama Bulls sedangkan Portis diskors delapan laga. Di pertandingan ini, Mirotic mencetak 24 poin sementara Portis 23 poin. Kris Dunn menambah 12 poin bagi Bulls. Dari kubu Celtics Al Horford mengemas 15 poin. Jaylen Brown, Marcus Smart, dan Terry Rozier masing-masing mendonasikan 13 poin. Ini menjadi kekalahan kedua Celtics dalam tiga pertandingan terakhir setelah merangkai empat kemenangan berturut-turut. Sebelumnya, Celtics kalah tipis dari San Antonio Spurs. “Terkadang Anda mesti disadarkan. Sesederhana itu saja,” ucap pelatih Celtics Brad Stevens di ESPN. “Chicago mendikte di sepanjang permainan. Mereka bermain lebih keras daripada kami. Mereka bermain dengan daya saing lebih tinggi dan kami tidak akan memenangi banyak pertandingan kalau bermain seperti tadi.”